Selasa, 19 Februari 2013 0 komentar

Doa Jatuh Cinta


Bertemu denganmu adalah sebuah keindahan
Suara tak lagi berbunyi, 
salahnya tingkah tapi langkah memilih untuk segera pergi...
Menjadi kesan tersendiri didalam hati
: kaulah doa puisiku...
***

Ah, apakah kusimpan saja lirikan matanya?
Ketika mulut terasa kelu menggucap sesatu?!
Padahal ia sangat menjadi penentu
Dimana jendela kaca menjadi media pertemuan tatap mata kita.
Duh, sungguh getar ini lebih besar dari gempa bumi dan tsunami
: aku telah tengelam dalam lautan cintanya.


Ya, lebih baik kusimpan saja tatapan itu...
Kini malam tak mampu membuatku cepat terpejam
Temeram!
Bulan tampak agak malu-malu
Bintang pun juga tampaknya tak mau datang
Dgn siapa teman mau mendengar ceritaku?

Dingin,
cuaca seperti membekukan langkah kakiku..
Samentara bibir mengigil,
aku kehilangkan kata-kata ajaibku didepanmu.


Langit-langit kamar tidur masih putih berkotak-kotak, 
hanya lampu telah padam dan kipas angin sengaja kuhidupkan..
Dalam sunyi, tirai gorden menari-nari..
Ketika tersibak, taman gantung menghiasi suasana.
Indah, kurapal saja doa pamungkas?
Engkaulah bidadariku yang aku cari.
"Duhai penguasa langit dan bumi, yg membolak-balikkan isi hati manusia; kini cinta telah merasuki hamba, persatukanlah ia, agar bersama menapaki langkah menuju ridho-Mu.."
Aamiin..


Jogja, 18 Februari 2013 
Jumat, 25 Januari 2013 0 komentar

Penasaran: Mencari Suara Yang Membisiki Hati


"Penasaran kerap menjerumuskan manusia pada malapetaka dan marabahaya", kata orang tua dahulu.
Misalanya aku yang sering penasaran pada jalanan di desa terpencil yang belum pernah kulewati; dengan kenekatan, kutrabas ruas jalanan itu.

Kutemukan ia bercabang, ku mulai terserang rasa bingung!
Akhirnya jiwa yang jadi kompas penunjuk arah..
Disana barangkali tak ada yang menyapamu. 

Sepi.Hanya jati-jati rimbun yang menemani. 
Sampai ku tegang, bahkan tukang tambal ban juga tak ada.
Ah, menjadilah lega ketika beberapa menit kemudian jalan besar ku tatap: Uhh, ternyata ada juga kehidupan! :D


***
Perjalanan diatas dua roda yang tak disangka-sangka arah dan tujuannya, barangkali itu menjadi cerita gila.
Namun seperti itulah ulah pekerja kreatif yang kehilangkan ide-idenya.
Sekali lagi, jangan kau tanya kemana dia kan pergi (?)
Baginya, suara jiwa harus terus dicari. 

Sekalipun itu bersembunyi dilorong-lorong jalanan sunyi..

Dari perjalanan itu, berhentilah pada adzan yang telah dikumandangkan.
Bergegaslah kususur masjid yang tampak megah nan indah.
Lalu..ah, segar sekali tubuh ini tersentuh air wudhu..
Dan sujudlah yang khusyuk agar para syaitan menangis!
 

"Celaka aku, dulu aku tak mau sujud dan kini anak adam menikmati sujud pada Robb nya!", teriak syaitan menyesali kebodohan abadinya.
Hiraukanlah ia, dan nikmatilah rukuk dan sujudmu bersama jama'ah yang lain.


Setelah salam ke kanan dan ke kiri, berdo'alah yang dalam. 
Kalau perlu menangislah: bahwa kesunyian adalah sesuatu yang sangat pedih.
Merenungi dosa-dosa sebagai penghambat kebahagiaan..lalu usaplah wajahmu yang sembab.



Kuakhiri perjalanan pulang itu dengan kepuasan
: hakikat kehidupan telah terkantongi.
Suara hatipun telah kujelajahi...


Jogja 23 Jan 2013, 
Dari kumpulan status facebook
Sabtu, 13 Oktober 2012 0 komentar

Rindu Sedingin Es Batu





S’lalu kulihat wajah yang syahdu
Inginku cepat-cepat  bertemu
Ramai kudengar suara yang merdu
Mungkin dia datang menjemput rindu

Oh, lama sekali waktu bertemu...
Seperti pemain sky menantikan datangnya salju
Padanya suhu dibuat sedingin es batu
Dan salju-salju bertebaran terbang bekeliaran...

Sungguh aku tak sesabar para Nabi
Nafsu mengajakku untuk buru-buru
Cinta,
Bunuhlah detik demi detik penantian kita!

Jumat, 31 Agustus 2012 0 komentar

Kisah Kyai Slangkrah (true story)

....dia kini dikenal dengan nama Kyai Slangkrah. Hidup dengan jengotnya yang panjang sedada, agak beruban, sengaja dibiarkan tumbuh tak karuan....Kondisi seperti itu dimaksudkan sebagai penyamaran beliau dari kejaran tentara Belanda waktu itu. Menceritakan kepada generasi muda Jogja tentang Mujahid gagah berani (yang kelak dijadikan pahlawan Indonesia): Pangeran Diponegoro.

Duh, Kyai Slangkrah...kini bukan hanya jenggotmu yang berserakan...namun juga kuburmu di sisi barat Jogja sana...Dulu, barangkali kalian (bersama Pangeran Diponegoro) kerap bersembuyi, menyepi, berkontemplasi, merenungi dan mengatur strategi perang di gua Slarong. Hanya untuk tegaknya kalimat Tauhid di bumi Jawa ini....

Duhai, Kyai Slangkrah...barangkali (di akhirat sana) kau kecewa sekali melihat generasi mudamu menjadi kacau seperti ini —yang laki-laki mabuk-mabukan, yang perempuan gemar menebar aurat— Perjuanganmu bersama si pangeran, tentu hendak mengatur kehidupan masyarakat dengan syari'at agar lebih beradab.... 

nb: kisah nyata dengan beberapa tambahan cerita sebagai bunga-bunga kalimat :) 
Selasa, 07 Agustus 2012 0 komentar

Fragmen Ramadhan




Ramadhan malam ini,
kepadanya bunyi bersembunyi
menjelma menjadi sunyi
dan sepi...

Tadi gaduh,
anak-anak kecil sepulang tarawehan 
lantas bergegas bermain petasan 
dan kembang api murahan.

Dan,
bapak-bapak, 
sibuk tadarusan 
dengan suara toa-nya yang super keras tak karuan.

Ibu-ibu memilih pulang kerumah,
menyiapkan makan saur untuk esok pagi.
Kadang dapur juga jadi sangat gaduh,
karena suaminya acuh tak acuh mendengar celotehan istrinya 
—sedang mengeluh 
harga sembako terus-terusan naik 
menjelang lebaran.

Ah,
bulan ramadhan...
Rindu sekali rasanya
membersamaimu selalu...

Jogja, 6 Agustus 2012
Jumat, 29 Juni 2012 0 komentar

Pragmatis: Harta atau Nyawa?



Lihatlah, orang-orang berlalulalang berjalan mengejar baling-baling rotasi waktu.
Langkah-langkahnya agak terburu, 
mencari ruang yg dituju di Rumah Sakit 'Enggal Waras'.
Tak lupa, mereka menenteng berbagai bawaan untuk sisakit: parcel buah, snack, sekotak roti bantet, lauk-pauk dan tentu juga ada yang sengaja menyiapkan sepucuk amplop berisi uang 30ribuan yg dilinting kecil untuk pasien nanti.

...sementara diwaktu yg sama, dokter dan suster berjalan lebih cepat membelah rombongan itu dengan tempat tidur pasien yg sama dari arah yg berlawanan,
"Permisi, kasih jalan, pasien ini sedang kritis. Awas...awas...!!", kata suster..
Atmosfir ruangan otomatis berubah dramatis.
Lalu do'a-do'a terlantun dalam bibir yang gemetar, takut terjadi sesuatu yang buruk pada pasien —yang tak lain adalah pak lurah mereka.

Glegekan roda tempat tidur teredengar seperti memukuli lantai keramik, sedangkan botol infus terlihat tergoncang keras terkait pada besi penyangga...
"Argghh...aduh...aduh", pak lurah terus mengaduh kesakitan.
"Tolong selamatkan ayah saya, dok! Dia belum menulis pembagian harta warisan pada kami...", pinta anak pertama sambil memegangi tangan si dokter.
"Ya, iya, kami akan berusaha keras menyelamatkannya", dokter terlihat agak panik, takut pak lurah Balakeng ini tewas dan dipermasalahkan kemudian hari...


*Disisi yang lain,
Pak lurah ini sebenarnya masih mendengar dengan baik dan paham apa yang dibicarakan anaknya pada sang dokter. Tapi pak lurah berpura-pura tak mendengar untuk selama-lamanya........


Selasa, 29 Mei 2012 0 komentar

SMS


Hujan,
telah usai tugasmu
membasuh wajah malam...

Yang pasti,
malam bertambah dinggin (lagi)

Menulis tentangmu,
barangkali caraku
menyusun kalimat 
manjadi api unggun
: menghangatkan hati

Dinggin.
Dingin sekali
malam ini.
Seorang pemuda lajang
dengan usia yang matang,
pada pukul 00.00 wib,
tak berbuat apa-apa untuk
gadis pujaannya.

Membayangpun, tak!

...setan-setan lalu mengodanya 
dengan nomor hp si gadis:
"Kirim saja puisi untuknya"

Sent atau delete yah??

*Tuing!
low battre, segera hubungkan
charger Anda...

Jogja, 3 Mei 2012
 
;